Oleh: Septa - Dosen Teknik Informatika & Founder
Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa disrupsi besar dalam dunia akademik. Menurut riset dari Stanford HAI (Human-Centered Artificial Intelligence), penggunaan AI dalam kelas bukan lagi tentang "mencegah mahasiswa menyontek", melainkan tentang bagaimana memanfaatkannya sebagai asisten pembelajaran personal.
Di program studi Teknik Informatika, kami mendorong penggunaan AI seperti GitHub Copilot dan ChatGPT sebagai alat validasi logika, bukan sebagai pembuat logika utama. Mahasiswa dituntut memahami dasar algoritma (seperti Big O Notation) sebelum menyerahkan optimasi kode kepada mesin.