Oleh: Septa - Dosen Teknik Informatika & Founder
Microservices (layanan mikro) membagi aplikasi menjadi servis kecil yang independen. Keunggulannya: tim berbeda bisa menggunakan teknologi berbeda, dan jika satu servis mati, aplikasi utama tetap hidup.
Namun, Microservices memperkenalkan kompleksitas pada *deployment*, *monitoring*, dan komunikasi antar-jaringan. Jika tim Anda masih kecil (kurang dari 10 developer), mulailah dengan Monolith yang terstruktur rapi (Modular Monolith). Jangan ikuti *hype* jika *cost* infrastruktur Anda belum memadai.